Instagram Mulai Batasi Jangkauan Akun Berwajah AI, Spotify Ikut Pasang Label Khusus
Meta memperketat regulasi di platform Instagram dengan menyasar akun-akun yang memanfaatkan karakter manusia berbasis kecerdasan buatan. Lewat kebijakan teranyar, akun yang memakai foto profil figur buatan AI tanpa label resmi akan menghadapi penalti berupa pemangkasan visibilitas distribusi konten.
Pemberlakuan label ini difokuskan khusus pada akun yang memvisualisasikan karakter tiruan manusia secara dominan. Sebaliknya, akun yang sekadar memanfaatkan alat bantu pintar untuk penyempurnaan teks, manipulasi warna foto, atau perancangan elemen grafis tetap dibebaskan dari kewajiban pencantuman penanda tersebut.
Intervensi ini merupakan respons atas gelombang protes publik perihal masifnya persona sintetis yang mengaburkan batas keaslian identitas di media sosial. Sorotan makin tajam menyusul temuan investigasi media mengenai maraknya figur ahli medis palsu berbasis AI yang secara agresif mengampanyekan suplemen tertentu. Selain itu, Meta sebelumnya sempat menuai kritik atas fitur visual berbasis AI yang berisiko menyalahgunakan wajah pengguna lain tanpa persetujuan langsung, sebelum akhirnya opsi tersebut dicabut.
Pada saat bersamaan, Meta juga tengah menata kembali tata kelola platformnya menyusul kesepakatan bernilai 18 miliar dolar AS di Amerika Serikat terkait proteksi pengguna usia muda. Imbasnya, Facebook dan Instagram akan mengadopsi durasi akses otomatis dua jam per hari bagi remaja, penerapan mode senyap di jam belajar, serta penguncian aplikasi pada jam tidur malam.
Langkah penertiban entitas virtual ini nyatanya tidak hanya terjadi di Instagram. Platform audio streaming Spotify turut menyiapkan mekanisme serupa dengan memperkenalkan penanda "AI Persona" yang akan dipasang pada profil musisi digital non-manusia.
Label Spotify tersebut disematkan pada laman musisi, katalog pencarian, hingga daftar putar lagu. Sebagai konsekuensi lanjutan, artis berlabel AI Persona akan dikeluarkan secara penuh dari kurasi rekomendasi algoritma, sehingga karyanya hanya bisa diakses oleh pendengar yang telah memilih mengikuti akun tersebut secara mandiri. Strategi ini diambil untuk membendung ledakan karya audio instan dari generator musik otomatis demi melindungi keaslian interaksi antara musisi asli dan pendengarnya.

Join the conversation